dyahcubby

TAK ADA YANG BERHARGA SELAIN KASIH SAYANG

Posted by: dyahikapratiwi on: January 3, 2011

“Kasih sayang”. Selama ini hal itu baru kurasakan. Ketika pertama kali aku bertemu dengannya hanya biasa. Panggil saja dia Tino. Aku pun mengenalnya dari temanku yang selalu bertengkar dengannya kalau bertemu. Sebut saja temanku itu Tita. Mereka ga’ pernah akur. Mulai sejak itu aku kenal dengannya. Dia selalu memanggil aku dengan nama yang kuanggap itu ga’ enak. Akhirnya aku pun mulai jengkel dengannya. Sejak saat itu, kalau dia menatapku, tatapan matanya sangat tajam sampai aku takut menatapnya.

Temanku mulai ada yang bilang kalau Tino suka aku. Spontan aku pun mengelak mendengar perkataan temanku. Aku bilang ke temanku, “Aku gak mungkin suka sama Tino. Apalagi dulu, dia tu anaknya nakal”.

Sekitar awal bulan desember, dia mulai dekat ama aku. Akupun menerimanya sebagai teman. Tak kusangka dia orangnya baik, suka humor, pergertian dan ga’ sombong meskipun anaknya orang kaya. Biasanya kebanyakan anak kalau ortunya kaya, pasti anak itu sombong. Tapi, Tino beda. Dia orangnya apa adanya. Selama 1 bulan dia PDKT ama aku.

Awal bulan januari adalah hari ultahku. Dan merupakan yang sweet seventeen. Aku pengen di ultahku ini, aku dapat kado special. Entah darimana. Sebelumnya, aku punya feeling ama teman sekelasku sendiri. Tapi sebelumnya juga, aku punya prinsip kalau sampai hari ultahku orang yang kusukai ga’ ngungkapin perasaannya ama aku, aku akan menerima orang lain ngungkapin perasaannya duluan (kalau aku juga suka ma dia sich…)

Waktu hari ultahku pun tiba. Ternyata aku ga’ dapat kado special. Sahabatku pun menghibur aku. Mereka telah merencanakan sesuatu buatku. Mereka bilang ke Tino kalau aku ultah. Tino minta maaf ke aku kalau dia ga’ bisa kasih aku kado. Aku pun bilang, “Gak apa-apa & gak usah repot-repot”. Apa sich arti kado, toh dia juga bukan apa-apaku. Esokan harinya, waktu sekolah tasnya besar sekali. Sampai-sampai temanku bilang, “Eh, Tino mau minggat ya? Kok tasnya besar sekali…”

Pulang sekolah, aku pulang seperti biasanya ama Tita jalan kaki. Tiba-tiba ada anak yang menghampiri kami. Ternyata dia Tino. Dia mengajak kami untuk pulang bareng. Tita diantar pulang duluan. Setelah itu tinggal kami berdua. Aku ga’ mau dia ngantar aku pulang sampai rumah, soalnya aku aku takut ama ortuku. Aku turun di pertigaan jalan. Sambil nunggu lyn, dia ga’ pergi-pergi. Dia membuka tasnya. Kemudian dia memberikan sesuatu kepadaku. Ternyata itu kado special darinya buat aku. Aku ga’ mau nerima kado itu. Tapi dia memaksa aku tuk nerima kado itu. Akhirnya aku terima kado itu. Aku pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepadanya.

3 hari kemudian, sekolahku mengadakan ujian semester 3. Aku & dia juga ujian. 3 hari kemudian juga, dia ngungkapin perasaaannya ke aku. Aku bingung harus jawab apa. Dia kuberi waktu 2 hari untuk menerima jawabanku. Waktu hari yang dinantikan telah tiba. Ketika aku mau cerita ke Tita, Tita sudah tau dari Tino. Dia cerita semua. Dan Tita bilang ke Tino kalau jawabannya pasti baik. Soalnya Tita sudah tau perasaanku ke Tino gimana.

Tino menjemput aku & Tita dari sekolah. Karena ujianku gelombang ke-2 sednagkan Tino gelombang ke-1. Ternyata dia menagih jawabanku hari itu juga. Aku pun menerima dia sebagai pacarku. Dia seakan ga’ percaya kalau aku menerima cintanya. Dia juga heran kalau aku yang seperti ini bisa menerima Tino yang seperti itu. Mulai saat itu juga, aku dan dia jadian.

Aku bahagia sekali bisa menemukan orang seperti Tino. Anaknya sangat pengertian. Dia selalu mengerti isi hatiku. Ketika aku ada masalah, dia pasti tahu. Dan dia selalu membantu aku memecahkan masalah itu. Setiap aku ada keperluan, dia selalu membantuku. Apalagi keperluan sekolah, dia selalu mengantar aku. Akupun sangat bahagia. Siapa yang gak senang kalau punya pacar yang perhatian. Hari-hari kujalani begitu indah di sekolah bersama Tino. Selama 4 bulan kami menjalani hubungan tanpa ada gangguan apapun.

Setelah 4 bulan berlalu, masalah mulai muncul. Awalnya kita hadapi masalah bersama-sama. Masalah sudah hilang, tetapi Allah SWT menguji hubungan kita lagi. Masalah yang lain mulai bermunculan. Mulai masalah dari keluargaku, keluarga Tino bahkan dari Tino sendiri. Sekarang, keluargaku sudah tau hubunganku dengan Tino. Keluargaku jelas tak setuju kalau aku pacaran dengan, karena keluargaku sudah tau kebiasaan Tino yang dulu.

Setelah kuperhatikan, cinta Tino kepadaku mulai luntur. Hal ini kuketahui karena Tino masih sering keluar dengan mantannya yang dulu. Mungkin mantannya adalah cinta pertama Tino. Mereka sudah pacaran sudah sangat lama + 2 tahun. Aku saja yang baru 4 bulan berpacaran dengannya, sulit untuk melupakan Tino karena banyak sekali kenangan kami. Apalagi yang sudah lama seperti mereka. Pasti Tino ga’ bisa melupakan mantannya itu.

1 bulan sudah hubungan kami renggang. Dan sekarang aku sudah mempunyai keputusan yaitu aku akan memilih untuk mundur & menyuruh Tino kembali ke mantannya yang dulu. Hal ini kuberitahukan kepada Tino. Tetapi ketika kutanyakan tentang mantanya itu, dia gak mau jujur. Dia bilang kalau dia dijebak mantannya. Aku bingung harus percaya siapa. Tino meminta kesempatan lagi kepadaku dan ak menolaknya. Siapa juga yang mau kalau ternyata cintanya bukan buat kita tetapi buat orang lain. Dia juga bilang ke aku, klo kita berpisah dia minta kita berteman. Aku setuju karena itu juga keinginanku.

Akhirnya aku dan Tino putus. Akupun meminta maaf, mungkin aku punya salah kepadanya & dia juga meminta maaf kepadaku. Dia menyadari kalau dia yang salah. Dia sering menyakiti hatiku, akupun memaafkannya. Allah aja bisa memaafkan umatnya, apalagi aku hanya manusia biasa masak ga’ bisa memaafkannya, meskipun hati ini masih terasa sakit. Hanya 1 yang kuminta darinya yaitu JANGAN PERNAH MENJADI TINO YANG DULU LAGI. Dan dia berjanji kepadaku akan menjadi Tino yang seperti sekarang.

Walaupun kita sudah berpisah, dia selalu memberiku semangat dalam belajar. Hal ini selalu dikatakannya setiap kita telpon maupun bertemu.

1 bulan sudah kita berpisah. Sekarang dia sudah berubah. Dia telah menjadi Tino yang dulu lagi. Saat ini aku kecewa banget karena janjinya yang dulu itu semuanya palsu.

Dan yang kuinginkan sekarang yaitu aku ingin melupakannya dari hatiku. Tetapi kenapa setiap aku teringat dia, aku tidak bisa melupakannya & tak bisa membendung air mata ini…

APAKAH DIA CINTA PERTAMAKU?

Pesanku buat yang baca :

“JANGAN SUKA MENYAKITI HATI ORANG LAIN KARENA BAGAIMANA JIKA ITU TERJADI PADA DIRIMU SENDIRI”

Karya : Cewek Berjilbab Yg Ga’ Bisa Melupakannya

Terbitan : ALAS JURIT/Edisi V/Agustus 2006

Posted by: dyahikapratiwi on: December 29, 2010

- Tak ada manusia yang bisa merasakan KEBAHAGIAAN tanpa melalui KESEDIHAN terlebih dahulu.. (Veey)
- Orang yang kuat akan semakin dewasa dan mantap dalam menatap masa depan… (Veey)
- KEBAHAGIAAN tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya itulah yang menghargai penting-pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka… (Veey)

SIKAP…

Posted by: dyahikapratiwi on: December 26, 2010

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.


  • None
  • veey: Weh mana ni postingan terbarunya... ^_^ ayOoo ditunggu siztaaa.. :-)
  • dyahikapratiwi: ok dech sizt... tunggu kelanjutanx... ^.^
  • veey: Sikap = pencerminan diri Qta..., 1 hal yg mNarik dari notes diatas, Sesuatu yg dpt Qt ubah dan kontrol adl sikap Nice notes :) Lanjutkan sizt

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.